Life Excellent

Born to Fight

born-to-fight

Life is struggle, there is no life without struggle. Hidup adalah perjuangan, tidak ada hidup tanpa perjuangan. Pada awalnya kita dilahirkan memang sebagai pemenang, we are born as a winner, dilahirkan atas perjuangan dari jutaan sperma. Dari jutaan tersebut hanya satu yang berhasil, dan jadilah kita.

Untuk saat ini sangatlah berat untuk menjadi seorang hero, tapi minimal jadilah ‘hero’ untuk diri kita sendiri. Memperjuangkan masa depan yang baik untuk diri kita sendiri. Hero for the future.

Apa yang dinamakan perjuangan itu tidaklah mudah, tidak akan berjalan mulus tanpa hambatan. Kadang kita masuk ke dalam suatu keadaan yang buruk. Tapi seburuk apapun keadaan itu, kita tidak boleh menyerah.

You can not change a wind direction, but you can change a wing direction. Coz you are the pilot of your life. Tidak perlu memperdulikan seburuk apapun keadaan di sekitar anda, yang terpenting adalah sikap anda terhadap keadaan tersebut.

Jadi berbesar hatilah, janganlah negative thinking, negative perception dalam melihat suatu takdir/keadaan. Anda dilahirkan untuk berjuang. Anda dilahirkan untuk menjadi pemenang. Kita harus bisa menjadi pemenang, minimal bagi diri kita sendiri.

Yakinilah bahwa Allah tidak akan memberi kita suatu beban tanpa meyakini kita tak bisa menanggulanginya. Allah SWT tidak akan memberi suatu masalah atau beban di luar kemampuan kita, sebagaimana firman-Nya: “Allah tidak akan memberikan beban hidup seseorang, melainkan menurut kadar kemampuannya” (QS. Al Baqarah 2: 233). Jadi hindari beberapa hal berikut:

  • Jangan under estimate terhadap diri sendiri (pesimis). Kita tak boleh under estimate terhadap diri sendiri. Hargailah diri sendiri, apabila kita memang mampu.
  • Jangan over estimate. Apabila keadaan itu memang di luar kekuasaan kita, jangan terlalu over estimate. Ketakutan terhadap sesuatu itu hanyalah bisikan setan, jadi jangan juga terlalu mendramatisir segala sesuatu. Dalam QS An-Naas 114: 5-6, “Aladzii yuwas wisu fii shuduurinnaas minal jinnati wannaas. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

Never put any limitation since you want to start something but if you have done you know your limitation. Jangan pernah menaruh batasan apapun saat Anda ingin memulai sesuatu tetapi jika Anda telah selesai melakukannya, Anda tahu keterbatasan Anda. Hanya ada tiga option dalam hidup:

  1. Mewarnai
  2. Terwarnai
  3. Keluar

Jika anda sekarang berada di lingkungan yang Anda anggap kurang baik, jadi berbahagialah… karena Anda punya banyak kesempatan untuk mewarnai lingkungan Anda dengan warna yang lebih baik. Namun tetap berhati-hati, jika Anda lengah, Anda-lah yang akan terwarnai… melebur dalam lingkungan tersebut. Apabila Anda merasa kalah, dan merasa takut terwarnai, out of the game, keluarlah dari lingkungan itu. Keluar bukan berarti kalah, tapi keluar untuk belajar lebih baik lagi, dan jika saatnya Anda merasa lebih kuat, Anda akan dapat berusaha mewarnai kembali.

Untuk mampu mewarnai.. Anda membutuhkan kekuatan, kendaraan… Apa yang menjadi your vehicle?

  1. Competence. Bukan gelar, tapi apa keahlian anda, skill, kepakaran. Gelar hanyalah untuk masuk ke dalam suatu lingkungan. Tapi setelah Anda berada di dalamnya, yang dibutuhkan bukan lagi gelar, melainkan apa yang menjadi skill, keahlian Anda.
  2. Communication. Banyak yang mempunyai kompetensi tinggi tapi tak diketahui oleh banyak orang. Bagai intan tersimpan dalam lumpur.  Ada pepatah, “Pengetahuan butuh berbicara, tapi kebijan butuh mendengar” (Jimi Hendrix). Mungkin Anda berkompetensi tinggi, tapi Anda jarang berbicara, bagimana orang akan mengetahui apa yang Anda miliki, kemampuan Anda. Kita hidup diantara manusia, itu sebab untuk memunculkan/menampilkan Anda diperlukan komunikasi. Harus aktif…… tapi jangan lupa, apabila kita meraih suatu keberhasilan, ingatlah QS Ad-Duha 93: 11, “Wa ammaa bini’ mati rabbika fa hadits, Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)”. Katakan hamdalah, Allah lah yang membantu yang sehingga saya bisa seperti ini. Satu sisi kita tidak menampilkan sisi kelemahan kita, sisi lainnya kita kita tidak menampilkan kearoganan kita. Keywordnya adalah “elegan”.
  3. Leadership. Kunci dari leadership adalah sense of responsibility. Seperti Hadits Nabi Muhammad Saw,”Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai tanggung jawab berdasarkan kepemimpinannya”.
  4. Community. Sekarang bukan jamannya Superman, yang repot sendirian. Tapi sekarang jamannya “Super team”. Jadi build the network, kumpulkan orang-orang yang hebat yang ada di lingkungan Anda, untuk menjadi team Anda. Bukankah kita disunnahkan untuk selalu berjamaah. Karena untuk meraih suatu super goal dibutuhkan kerjasama dari banyak orang. Tak bisa kita hanya mengandalkan diri sendiri.
  5. Commitment. Vehicle yang terakhir adalah komitmen. Artinya konsisten atas apa yang dikatakan. Tak bisa kemarin bilang A, besok menjadi B. Biasakan apa yang telah dinyatakan itu selalu konsisten. Suatu hal yang principal tak mungkin berubah-ubah. Yang boleh berubah adalah taktik.

Setelah mempunyai vehicle, apa lagi yang dibutuhkan?

1. Energy

Harus punya energy untuk menggerakkannya, semakin jauh tujuan, semakin banyak yang diperlukan. Kita hidup punya tujuan, semakin besar impian, cita-cita, energy yg dibutuhkan semakin banyak. Ibarat baterai, saat mengalami low, perlu untuk recharge. Itu sebabnya jangan dilupakan sering-seringlah mendengarkan tausyiah, motivasi… supaya energy kita selalu bertambah.

If you think you are right, don’t be scared…” Itu magic words yang selalu dikatakan My Chief saat saya merasa lemah. Hari Sabtu kemarin (1/12), saat harus lembur kerja, My Chief kembali mengulang kata-kata yang sama.  Be brave and move on…

2. Destination

Harus punya destination yang jelas. Destination yang bagaimanakah?

–      Ikuti/sesuaikan dengan nurani, kata hati. Seringlah berdiskusi dengan nurani, jangan dengarkan kata orang kebanyakan. Jangan tetapkan destination karena itu popular destination.

–      Tidak dikatakan kalah sebelum batas akhir selesai. Karena kesempatan atau peluang itu selalu ada. Sampai kapan berhenti berjuang? Sampai peluit terakhir. Sesuai Hadits Nabi, kesempatan kita adalah sampai dengan Allah memanggil kita untuk kembali.

Apabila vehicle Anda sudah lengkap, energy dan destination sudah jelas… maka usahakan Mind, Emotion, Motion Anda adalah satu sehingga kekuatan yang Anda miliki menjadi powerful. Dan Anda bisa melakukan segala sesuatu secara totalitas.

Jika ada suatu keadaan dimana Anda merasa tidak dapat mewarnai, janganlah menyerah. Dan jangan menyalahkan segala sesuatu yang ada di sekitar Anda. Tetaplah berbuat sebaik apa yang Anda bisa. Dalam QS At Taubah, “Berbuatlah kalian sebaik mungkin, biar Allah yang menilai hasilnya.

Yang dinilai prosesnya.. apakah menjalaninya benar atau tidak. Jadi saat melakukan segala sesuatu berpeganglah pada process oriented. Berbeda dengan saat memulai sesuatu. Agar menjadi semangat kita berpegang pada result oriented.

Adanya perbedaan adalah biasa. Adanya kesulitan, masalah, hambatan adalah biasa. Kontroversi itu adalah hal biasa, jadi berbicaralah, berdiskusilah.. bukan emosi… lakukan bargain position.

Kesulitan-kesulitan itu sebenarnya akan menguatkan hati, menghancurkan ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan itu akan meluruhkan kelalaian, menarik empati sesama, menjadi do’a yang dipanjatkan oleh orang shalih, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir, merupakan upaya untuk menjaga hati untuk bersabar, merupakan persiapan untuk menghadap Sang Tuhan, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia.

every-struggle-in-your-life

Untuk Anda yang berada dalam lingkungan yang nyaman (comfort zone), jangan berlengah diri.. hidup harus selalu berkompetisi, so compete with yourself… do not proud with 1st rank, coz too proud of our self makes us weak. But be proud with 2nd rank… coz the 2nd rank will always learn and learn… to be 1st rank.

Keep learning Guys… J

Inspirational Source:

Life Excellence – Reza M Syarief

Magic Words – Gusnar Yaring [My Chief]

La Tahzan – DR. ‘Aidh al-Qarni

The Power of Word – Book of Kaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s